
Kalau ngomongin kuliner Thailand, kebanyakan orang langsung kepikiran Tom Yum, Pad Thai, atau Mango Sticky Rice. Padahal, di wilayah THAILAND UTARA, terutama daerah yang dikenal sebagai tanah budaya LANNA, ada dunia rasa yang jauh lebih dalam, pedas, dan autentik. Di sini, bumbu bukan sekadar pelengkap—tapi identitas. Aroma rempahnya bikin nagih, sensasi pedasnya beda dari masakan Thai tengah, dan setiap hidangannya punya cerita sejarah yang seru. Nah, di artikel kali ini, kita bakal bahas perjalanan rasa khas Lanna dengan gaya yang santai, kekinian, dan tentunya tetap foodie approved.
Lanna dan Ciri Khas Kuliner Pedasnya
Kuliner KULINER LANNA identik dengan aroma rempah yang “nendang”, tapi pedasnya bukan tipe yang langsung bikin lidah kebakar. Lebih ke arah pedas hangat yang datang dari cabai kering, jahe, bawang merah, bawang putih, dan “makrut lime leaf” yang sering banget jadi senjata utama. Kalau biasanya kuliner Thailand dikenal pakai santan, beda dengan masakan Lanna yang cenderung dry atau kuah ringan. Ini karena masakan mereka berkembang dari tradisi pegunungan yang butuh makanan hangat dan kuat rasa, bukan makanan creamy.
Nam Prik Ong & Nam Prik Noom — Sambal Ikonik Lanna
Kalau Indonesia punya sambal terasi dan sambal matah, Thailand Utara punya dua jagoan: NAM PRIK ONG dan NAM PRIK NOOM.
- NAM PRIK ONG adalah sambal tomat dengan daging cincang yang gurih, pedasnya santai, dan cocok buat kamu yang belum siap dikejutkan. Biasanya disajikan dengan sayur rebus atau sticky rice.
- NAM PRIK NOOM lebih “menggigit”. Dibuat dari cabai hijau panggang, aromanya smokey, rasanya segar, dan cocok banget buat yang suka aroma pedas-harum.
Dua jenis sambal ini sering hadir barengan dalam satu piring besar, semacam sharing platter versi tradisional. Cocok banget buat foto Instagram sambil caption vibes Lanna-style.
Khao Soi — The Real Star of Northern Thailand
Ngomongin kuliner THAILAND UTARA tanpa KHAO SOI ibarat makan tanpa nasi—nggak lengkap. Ini mi kuah kari pedas yang creamy tapi tetap ringan. Biasanya pakai mi telur, disiram kuah kari kuning, dan topping mi kering biar ada tekstur renyahnya. KHAO SOI sering disebut sebagai makanan yang “me-represent” identitas Lanna. Bahkan banyak food vlogger dunia sampai jatuh cinta sama menu satu ini.
Yang bikin unik? Pedasnya bukan pedas sekali gebrak, tapi pelan-pelan naik, bikin hangat, dan bikin kamu pengen nyeruput kuahnya sampai tetes terakhir.
Sai Ua — Sosis Herbal yang Wajib Dicoba
Kalau kamu suka makanan pedas yang aromanya harum banget, SAI UA alias sosis herbal khas Chiang Mai pasti bikin ketagihan. Di dalamnya ada daging babi cincang, cabai, bawang putih, jahe, dan rempah Lanna. Wangi banget ketika dipanggang. Teksturnya juicy, rasanya pedas-gurih-harum, dan cocok dimakan bareng sticky rice atau sambal NOOM.
Sticky Rice adalah Hidup
Di banyak wilayah Thailand Utara, sticky rice alias khao niew bukan sekadar makanan—tapi budaya. Mereka makan apapun pakai sticky rice, bahkan sambal pun dicocol pakai ini. Rasanya netral, tapi bikin setiap hidangan yang pedas terasa lebih seimbang.
Aroma Lanna yang Bikin Rindu
Kuliner THAILAND UTARA bukan cuma soal rasa, tetapi juga suasana, budaya, dan cerita. Dari sambal legendaris seperti NAM PRIK NOOM, mi fenomenal seperti KHAO SOI, sampai sosis herbal SAI UA, semua punya karakter dan kelezatan yang unik. Kalau kamu pecinta pedas, rempah, dan aroma khas yang menggoda, kuliner Lanna wajib banget masuk bucket list kamu. Siap-siap jatuh cinta sama pedas khas Lanna yang beda dari lainnya!
BACA JUGA: Rasa Autentik PERU: Hidangan Andes yang Kaya Nutrisi

































