
Kalau ngomongin kuliner dunia yang unik, autentik, dan penuh aroma tradisi, SELANDIA BARU punya satu menu yang wajib banget masuk bucket list food traveler: HANGI. Makanan khas masyarakat MAORI ini bukan cuma soal rasa, tapi juga soal budaya, kebersamaan, dan cara masak yang super “anti-mainstream” tapi canggih secara natural. Yuk, kita bahas dengan gaya santai tapi tetap berisi!
Apa Sih HANGI Itu?
Buat yang baru pertama kali dengar, HANGI adalah teknik memasak tradisional suku MAORI yang menggunakan panas bumi dari tanah. Iya, literally dimasak dalam perut bumi. Jadi makanan nggak dimasak pakai kompor, oven, atau panggangan modern, tapi menggunakan lubang yang digali di tanah, lalu diisi batu panas dan bahan makanan yang dibungkus. Metode ini bikin aroma makanan lebih smoky dan earthy—kayak “slow cooking” versi nenek moyang.
Teknik ini udah dipakai ratusan tahun dan sampai sekarang masih jadi ikon kuliner SELANDIA BARU. Kalau kamu suka kuliner yang punya vibe tradisi kuat, HANGI adalah jawaban yang tepat.
Proses Memasak HANGI: Cita Rasa Ribet Tapi Worth It!
Meski kelihatannya simpel, proses pembuatan HANGI itu lumayan panjang. Pertama, para tetua MAORI bakal menggali lubang khusus di tanah. Di dasar lubang itu, mereka menaruh batu vulkanik yang dipanasin sampai membara.
Selanjutnya, bahan makanan—biasanya daging ayam, babi, atau kambing, lengkap dengan sayuran kayak labu, kentang, dan umbi tradisional—dibungkus dengan keranjang khusus atau alumunium foil. Setelah semua siap, keranjang tersebut ditaruh di atas batu panas, ditutup tanah, lalu dibiarkan matang selama beberapa jam.
Hasil akhirnya? Semua bahan jadi super lembut, juicy, dan aromanya tuh beda banget dari masakan oven atau grill biasa. Smokey-nya dapet, lembutnya mantap, dan rasa naturalnya keluar maksimal.
Cita Rasa yang Kamu Dapat dari HANGI
Sebagai kuliner yang dimasak dengan teknik unik, rasa HANGI tuh benar-benar khas. Sayurannya lebih manis alami, dagingnya empuk tanpa perlu banyak bumbu, dan aromanya tuh kayak makan di tengah hutan sambil ditemani angin sepoi-sepoi.
Yang bikin makin spesial adalah rasa “tanah” yang subtle, bukan berarti kotor ya, tapi semacam aroma mineral alami yang cuma bisa dihasilkan dari proses masak langsung dalam bumi.
Kalau kamu suka makanan simpel tapi aromatik, HANGI bakal jadi pengalaman kuliner yang memorable banget.
HANGI: Lebih dari Sekadar Makanan
Salah satu hal paling menarik dari kuliner ini adalah makna budayanya. Buat masyarakat MAORI, HANGI bukan cuma makanan, tapi simbol kebersamaan. Biasanya metode masak ini dipakai untuk acara besar seperti pertemuan keluarga, pernikahan, atau upacara adat.
Proses masaknya juga dilakukan barengan, mulai dari menggali tanah sampai mengangkat makanan. Jadi sambil masak, sambil bonding juga. Mungkin kalau di Indonesia mirip vibes-nya kayak gotong royong masak saat acara adat atau hajatan besar.
Wajib Coba Saat ke SELANDIA BARU!
Kalau suatu hari kamu traveling ke SELANDIA BARU, jangan cuma foto-foto alamnya yang kece. Cobalah mencicipi HANGI, kuliner tradisional MAORI yang bakal ngasih kamu pengalaman makan yang beda dari biasanya. Bukan cuma soal rasa, tapi juga soal sejarah, budaya, dan makna kebersamaan.
Kuliner ini membuktikan bahwa teknik memasak zaman dulu pun bisa menghasilkan rasa yang luar biasa dan tetap relevan sampai sekarang.
BACA JUGA: Menikmati Kuliner Karibia: Hidangan Pantai yang Kaya Rempah
Siapin perut dan rasa penasaranmu—HANGI siap bikin kamu jatuh cinta sama kuliner tradisional!

























