
Kalau ngomongin Islandia, kebanyakan orang langsung kebayang aurora borealis, pemandangan vulkanik yang epik, dan suasana dingin yang super estetik ala drama Nordik. Tapi tunggu dulu—di balik semua keindahan itu, Islandia juga punya dunia kuliner yang nggak kalah menarik, unik, dan kadang bikin kening berkerut. Yap, negeri “Api dan Es” ini punya sederet makanan fermentasi legendaris yang jadi identitas kuliner khas mereka. Yuk, kita kulik satu per satu dengan gaya santai yang tetap informatif!
Hákarl: Fermentasi Hardcore Khas Islandia
Kalau kamu pernah nonton acara kuliner ekstrem, pasti pernah dengar tentang HÁKARL, alias hiu fermentasi yang jadi kebanggaan sekaligus tantangan besar para traveler. Makanan ini dibuat dari daging hiu Greenland yang nggak bisa langsung dimakan karena mengandung zat beracun. Solusinya? Orang Islandia memfermentasinya selama beberapa bulan sampai aman.
Rasanya? Jujur aja, bau amonianya cukup ‘menusuk’ dan teksturnya kenyal. Tapi setelah kamu lewat beberapa gigitan, ada sensasi gurih asin yang unik banget. Konon, HÁKARL paling enak disantap bareng minuman tradisional BRENNEVIN yang terkenal di Islandia. Kombinasinya bikin tubuh hangat dan pengalamankuliner makin seru!
Skyr: “Yogurt” Premium yang Direbutkan Banyak Brand Dunia
Nah, yang ini lebih ramah buat lidah turis. SKYR adalah produk susu fermentasi khas Islandia yang mirip yogurt, tapi lebih pekat, lebih creamy, dan lebih “mewah” rasanya. Banyak BRAND kesehatan dunia yang ikut ngebawa trend SKYR ini ke pasar global karena tinggi protein dan rendah lemak.
Di Islandia sendiri, SKYR biasa dimakan barengan topping buah, madu, atau dijadikan dessert. Rasanya segar, teksturnya lembut, dan cocok buat kamu yang lagi cari makanan sehat tapi tetap enak. Banyak wisatawan bahkan langsung jatuh cinta dari suapan pertama. Nggak heran kalau produk SKYR dari BRAND-BRAND besar mulai sering muncul di supermarket internasional.
Súrsaðir Hrútspungar: Snack Festival yang Unik Banget
Kalau kamu punya nyali ekstra, coba deh SÚRSAÐIR HRÚTSPUNGAR, yaitu testis domba yang difermentasi. Makanan ini biasanya hadir sewaktu Festival Þorrablót, perayaan budaya musim dingin di Islandia. Dibuat dengan proses fermentasi lalu dipotong kecil-kecil seperti snack, makanan ini punya tekstur kenyal dan rasa asam gurih yang khas.
Meski terdengar ekstrem, masyarakat Islandia menganggapnya bagian penting dari warisan kuliner nenek moyang. Mereka bangga karena makanan ini menandakan ketangguhan hidup di alam liar Islandia pada zaman dulu.
Harðfiskur: Ikan Kering Fermentasi yang Jadi Camilan Sehat
Selanjutnya ada HARÐFISKUR, ikan kering yang difermentasi secara alami oleh angin dingin Islandia. Camilan ini mirip fish jerky, tapi punya aroma lebih ringan dan rasa gurih alami yang bikin nagih. Biasanya disantap bareng mentega dan jadi teman sempurna buat hiking di area pegunungan.
Buat yang suka makanan sehat, HARÐFISKUR ini cocok banget karena tinggi protein dan minim lemak. Nggak heran kalau banyak BRAND lokal menjadikannya camilan instan praktis buat turis yang bepergian.
Kenapa Makanan Fermentasi Jadi Ikon Islandia?
Sederhana: alam Islandia ekstrem. Musim dingin panjang, sumber makanan terbatas, dan masyarakat harus mengawetkan bahan makanan agar bisa bertahan hidup. Dari situlah muncul budaya fermentasi yang terus hidup sampai sekarang.
Makanan fermentasi Islandia bukan cuma soal rasa, tapi juga identitas budaya. Dari HÁKARL sampai SKYR, semuanya mencerminkan kreativitas masyarakat Islandia dalam menghadapi alam keras namun indah.
BACA JUGA: Hidangan Paling Populer dari Kepulauan Pasifik Selatan
Kalau kamu ke Islandia, cobain minimal satu dari kuliner fermentasi ini. Siapa tahu lidahmu cocok dan kamu bisa pulang dengan cerita kuliner yang beda dari yang lain!
Leave a Reply