Kalau kamu pernah makan kebab yang benar-benar nendang, pasti sadar kalau rahasia utamanya bukan hanya di bumbunya, tapi juga di jenis Daging Terbaik yang dipakai. Banyak orang cuma fokus pada rempah, marinasi, atau cara memanggang, padahal memilih Daging Terbaik domba yang tepat itu fondasi utama dari cita rasa kebab yang otentik. Nah, salah satu pertanyaan klasik yang sering muncul adalah: lebih enak domba muda atau domba tua? Kedengarannya sepele, tapi bedanya lumayan terasa di lidah.

Perbedaan Tekstur: Lembut vs Berkarakter

Domba muda biasanya punya tekstur daging yang lebih halus dan empuk. Seratnya belum terlalu keras, jadi ketika dipanggang tidak perlu waktu lama untuk membuatnya juicy. Ini yang bikin kebab dari domba muda terasa lebih ringan dan ramah buat orang yang mungkin tidak terbiasa dengan rasa domba yang tajam.

Sementara itu, domba tua punya karakter yang lebih kuat. Serat dagingnya lebih padat, sehingga perlu teknik memanggang yang sedikit lebih sabar. Tapi justru dari situlah muncul cita rasa dalam yang sering dicari oleh pecinta kebab tradisional. Daging domba tua punya rasa yang lebih “berisi,” semacam kedalaman yang sulit digantikan.

Aroma dan Rasa: Subtle vs Bold

Ini bagian yang paling membedakan. Domba muda cenderung memiliki aroma yang lebih lembut. Buat sebagian orang, ini adalah pilihan aman karena tidak ada aroma khas domba yang terlalu menusuk. Kalau kamu sering makan kebab modern atau versi restoran cepat saji, kemungkinan besar kamu pernah mencicipi daging domba muda tanpa sadar.

Sebaliknya, domba tua adalah pilihan favorit para penjual kebab autentik. Aromanya kuat tapi bukan berarti “prengus”—asal diproses dan dimarinasi dengan benar. Justru aroma khas itulah yang bikin kebab punya identitas. Kalau kamu pernah makan kebab di Timur Tengah atau Turki, besar kemungkinan kebab yang kamu santap memakai domba tua.

Cara Memasak yang Cocok

Untuk domba muda, cara memasaknya cenderung lebih fleksibel. Mau dipanggang cepat, ditusuk seperti shish kebab, atau dijadikan isian kebab gulung, semuanya gampang menyatu. Karena sifatnya yang lembut, marinasi singkat saja sudah cukup membuat rasanya meresap.

Domba tua butuh teknik lebih hati-hati. Biasanya harus dimarinasi lebih lama dengan campuran asam dan rempah agar seratnya melunak. Saat dipanggang, panasnya tidak boleh terlalu ekstrem supaya bagian luar tidak cepat kering. Tapi setelah jadi, hasilnya benar-benar memuaskan: juicy, aromatik, dan kaya rasa.

Mana yang Lebih Cocok untuk Kebab Otentik?

Kalau bicara soal autentisitas, domba tua lebih sering dipilih. Alasannya simpel: rasanya lebih dekat dengan tradisi kebab di daerah asalnya. Namun, kalau kamu lebih suka kebab yang ringan dan tidak terlalu kuat aromanya, domba muda tetap pilihan yang oke.

Pilihan Balik ke Selera

Pada akhirnya, pilihan antara domba muda dan tua kembali ke selera pribadi. Domba muda cocok untuk kamu yang mau sesuatu yang lembut dan ringan. Sementara domba tua adalah pilihan ideal jika kamu ingin rasa kebab yang penuh karakter dan mendalam.

BACA JUGA: Kebab Daging Unta: Eksplorasi Rasa Eksotis Gurun Timur Tengah yang Unik

Yang terpenting, apapun pilihanmu, pastikan dagingnya segar dan dimasak dengan cara yang tepat. Karena kebab yang enak bukan cuma soal umur dombanya, tapi soal bagaimana semua elemen berpadu membentuk satu gigitan yang bikin ketagihan.