Jagung adalah salah satu bahan makanan paling fleksibel di dunia. Hampir setiap benua punya hidangan khas berbahan dasar jagung, mulai dari yang gurih sampai yang manis. Selain rasanya lezat, jagung juga kaya serat dan mudah diolah, jadi nggak heran kalau banyak negara menjadikannya bagian penting dari kuliner sehari-hari. Nah, berikut ini lima makanan berbahan jagung dari berbagai benua yang menarik untuk kamu kenal lebih jauh.

Tortilla (Amerika Utara)

Kalau ngomongin makanan jagung dari Amerika, tortilla pastilah yang paling terkenal. Hidangan khas Meksiko dan sekitarnya ini dibuat dari masa harina, yaitu tepung jagung khusus yang punya tekstur halus dan aroma khas. Tortilla biasanya dipanggang atau dipanaskan di atas comal (wajan datar tradisional), lalu digunakan sebagai pembungkus makanan seperti taco, quesadilla, dan burrito.

Keunikan tortilla terletak pada elastisitas dan rasa manis natural dari jagung. Proses tradisional membuatnya menggunakan teknik nixtamalization, yaitu merendam jagung dalam larutan alkali untuk meningkatkan nutrisi dan rasa. Teknik ini sudah digunakan sejak zaman peradaban Aztec dan Maya, lho!

Polenta (Eropa)

Dari benua Eropa, khususnya Italia Utara, ada polenta—hidangan lembut dari bubur jagung kuning. Polenta biasanya dimasak pelan-pelan dengan air atau kaldu hingga teksturnya creamy. Setelah matang, polenta bisa langsung disajikan sebagai bubur, atau didinginkan hingga padat lalu dipotong-potong dan dipanggang.

Keistimewaan polenta ada pada kemampuannya menyerap rasa. Mau dipadukan dengan keju, saus jamur, atau daging pun tetap cocok. Di beberapa daerah pegunungan Italia, polenta bahkan jadi makanan pokok karena jagung lebih mudah ditanam daripada gandum.

Mieliepap (Afrika)

Dari benua Afrika, terutama Afrika Selatan, ada hidangan bernama mieliepap. Sekilas, mieliepap mirip bubur jagung atau polenta, tapi umumnya teksturnya lebih padat dan sering dijadikan pendamping lauk seperti saus tomat pedas, daging panggang, atau sayuran.

Mieliepap adalah makanan yang sangat populer di kalangan masyarakat Afrika karena sederhana, mengenyangkan, dan cocok untuk segala suasana. Dalam beberapa budaya, makanan ini juga punya nilai sosial karena sering disajikan saat acara keluarga atau perayaan tertentu.

Humita (Amerika Selatan)

Di Amerika Selatan, tepatnya Argentina, Chili, dan Bolivia, ada humita—makanan tradisional dari jagung yang diparut lalu dicampur bawang, keju, dan rempah. Campuran ini kemudian dibungkus dengan kulit jagung dan dikukus sampai matang.

Humita punya rasa manis alami dari jagung segar, berpadu gurih dari keju dan bumbu. Teksturnya lembut, sedikit creamy, dan aromanya sangat khas. Selain versi kukus, ada juga humita en chala yang dipanggang sehingga pinggirannya garing dan rasanya makin kaya.

Tamales Manis Makanan Berbahan Jagung (Amerika Tengah & Selatan)

Masih dari benua Amerika, tamales manis adalah varian tamales yang dibuat dari jagung giling yang dicampur gula, kayu manis, atau vanila. Adonannya dibungkus kulit jagung lalu dikukus hingga padat dan lembut. Warnanya sering dibuat cerah dengan pewarna makanan, sehingga tampilannya menarik.

BACA JUGA: Kuliner Mongolia: Daging dan Susu Khas Padang Rumput

Tamales manis biasanya disantap sebagai camilan atau sarapan. Selain ringan, aromanya juga sangat wangi dan punya rasa manis yang menenangkan. Di banyak negara, tamales sering hadir dalam perayaan keagamaan atau pesta keluarga.