Uzbekistan nggak cuma terkenal dengan sejarah Jalur Sutra dan kota-kota kunonya yang megah TETAPI JUGA Spesial Kuliner. Negeri di Asia Tengah ini ternyata punya kekayaan kuliner yang super autentik dan masih jarang dibahas. Kalau kamu pecinta makanan berbumbu kuat, bertekstur hangat, dan penuh kombinasi rempah ala Timur Tengah dan Asia, kuliner Uzbekistan sudah pasti bikin kamu jatuh hati. Yuk, kita kenalan dengan beberapa hidangan khas yang paling legendaris—mulai dari Plov sampai Shashlik!

Plov: Hidangan Ikonik yang Wajib Dicoba

Plov atau pilaf adalah makanan “jagoan” Uzbekistan. Bisa dibilang, ini adalah hidangan nasional yang selalu ada di berbagai acara penting, dari pernikahan sampai festival budaya. Plov khas Uzbekistan dibuat dari beras grain panjang, wortel yang dipotong memanjang, bawang, dan potongan daging (biasanya domba atau sapi). Semua bahan tersebut dimasak perlahan dalam kuali besar bernama kazan.

Yang bikin Plov spesial adalah teknik memasaknya: beras tidak langsung dicampur, tapi diletakkan di atas lapisan wortel dan daging. Hasilnya? Rasa meresap sempurna tapi tekstur beras tetap terjaga. Tiap kota di Uzbekistan bahkan punya gaya Plov sendiri, misalnya Plov Tashkent yang lebih lembut atau Plov Samarkand yang lebih kering. Rasanya gurih, hangat, dan aromanya benar-benar menggoda.

Shashlik: Sate Ala Asia Tengah yang Beraroma Smoky

Kalau di Indonesia kita punya sate, di Uzbekistan ada Shashlik. Bedanya, Shashlik biasanya dibuat dari daging domba atau sapi, dipotong agak besar, dan dimarinasi dengan bawang, garam, serta rempah sederhana. Setelah itu, daging ditusuk dan dipanggang di atas arang panas hingga menghasilkan aroma smoky yang khas.

Shashlik disajikan dengan bawang mentah iris, tomat segar, dan kadang roti tradisional bernama non. Yang unik, bumbu Shashlik sebenarnya nggak terlalu rumit, tapi proses pemanggangan inilah yang bikin rasanya nendang. Dagingnya juicy, aromanya kuat, dan sangat cocok dimakan saat hangout bareng teman atau keluarga.

Lagman: Mie Tarik dengan Sentuhan Rempah

Selanjutnya ada Lagman, mie tarik ala Asia Tengah yang dipengaruhi budaya Uyghur. Mie ini disajikan dengan sup berbumbu atau tumisan daging plus sayuran seperti paprika, tomat, dan kentang. Tekstur mienya kenyal, kuahnya gurih, dan ada sedikit sentuhan pedas yang bikin suasana makin hangat.

Lagman punya dua versi: Lagman basma (lebih mirip tumisan) dan Lagman shorpa (versi berkuah). Dua-duanya enak! Cocok buat kamu yang suka mie rumahan dengan rasa yang ramah di lidah tapi tetap kaya rempah.

Samsa: Kudapan Renyah Isi Daging

Kalau suka cemilan yang crunchy, Samsa wajib masuk daftar. Ini adalah pastry panggang dengan isian daging berbumbu—biasanya domba—yang dimasak dalam oven tradisional tandoor. Kulitnya renyah, isinya juicy, dan aromanya khas banget karena dimasak dengan teknik panggang tungku tanah liat.

Selain daging, beberapa Samsa berisi labu atau bawang. Harganya juga ramah kantong, makanya populer sebagai camilan jalanan.

Kekayaan Rasa yang Bikin Nagih

Kuliner Uzbekistan punya karakter kuat: gurih, hangat, dan kaya rempah namun tetap ringan. Dari Plov yang melegenda, Shashlik yang smoky, Lagman yang mengenyangkan, sampai Samsa yang renyah—semuanya mencerminkan budaya Jalur Sutra yang penuh perpaduan tradisi.

BACA JUGA: Menu Tradisional Ethiopia Selatan yang Kaya Fermentasi

Kalau suatu hari kamu berencana travelling ke Asia Tengah, pastikan Spesial Kuliner-kuliner ini masuk dalam daftar. Dijamin pengalaman makanmu di Uzbekistan bakal jadi salah satu yang paling berkesan!