
Ketika mendengar kuliner Timur Tengah, banyak orang langsung membayangkan hidangan yang berat dan penuh rempah. Tapi Lebanon hadir sebagai pengecualian yang menyenangkan. Street food mereka justru terkenal segar, ringan, dan penuh aroma herbal. Variasi makanannya pun nggak kalah menggoda bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Turki atau Suriah. Nah, kalau kamu ingin mengenal lebih jauh soal street food Lebanon yang bikin lidah auto jatuh cinta, artikel ini wajib kamu lahap sampai habis!
Mengapa Street Food Lebanon Begitu Ikonik?
Lebanon punya kultur kuliner yang kaya karena pengaruh Mediterania, Arab, dan sedikit sentuhan Eropa. Itulah kenapa banyak hidangan mereka memakai bahan-bahan segar seperti tomat, lemon, parsley, mint, olive oil, dan tentu saja roti khas Timur Tengah seperti pita. Cita rasa yang muncul bukan hanya gurih, tapi juga segar, ringan, dan mudah diterima oleh lidah siapa pun.
Di banyak kota seperti Beirut, Tripoli, hingga Jounieh, kamu bisa menemukan jajanan kaki lima yang terjangkau tapi kualitasnya tetap juara. Street food di sana bukan sekadar camilan, tapi benar-benar bagian dari kultur nongkrong dan kebersamaan.
Falafel: Si Bulat Renyah Kesayangan Banyak Orang
Falafel adalah makanan ikon Lebanon yang wajib masuk list. Bentuknya mirip perkedel kecil, tapi terbuat dari kacang fava atau chickpea yang ditumbuk bersama bawang putih, parsley, cilantro, dan berbagai rempah. Setelah digoreng, falafel punya tekstur super renyah di luar namun lembut dan moist di dalam.
Di Lebanon, falafel biasanya dimakan sebagai sandwich dalam roti pita, lengkap dengan acar, tomat segar, sayuran, dan siraman tahini yang creamy. Sensasinya? Renyah, segar, dan mengenyangkan tanpa bikin berat di perut.
Manakish: “Pizza” Arab yang Simpel Tapi Nagih
Kalau Italia punya pizza, Lebanon punya manakish. Roti pipih ini dipanggang dengan berbagai topping, tapi yang paling terkenal adalah za’atar—campuran thyme, sesame, dan sumac yang aromanya bikin ngiler seketika.
Manakish biasanya dimakan untuk sarapan atau sebagai camilan sore. Topping lainnya juga nggak kalah enak, seperti keju akawi yang creamy atau daging cincang berbumbu. Rasanya sederhana tapi memuaskan, cocok banget buat kamu yang suka makanan ringan tapi flavorful.
Shawarma Lebanon: Versi Ringan yang Lebih Fresh
Shawarma memang banyak ditemui di berbagai negara Timur Tengah, tapi versi Lebanon punya ciri khas tersendiri. Mereka lebih sering menggunakan marinasi lemon, garlic paste, dan rempah yang lebih “fresh”, sehingga rasa dagingnya tidak terlalu berat.
Daging—baik ayam maupun sapi—dipotong tipis, dibungkus pita, lalu dipadukan dengan acar, garlic sauce, tomat, dan kentang goreng tipis. Rasanya juicy, aromatik, dan tidak bikin eneg seperti versi yang terlalu berbumbu.
Arayes: Roti Pita Isi Daging yang Dipanggang Garing
Arayes adalah salah satu street food yang underrated tapi super lezat. Hidangan ini berupa pita yang diisi daging cincang berbumbu, lalu dipanggang sampai bagian luar roti menjadi garing sementara isian tetap juicy. Street food ini banyak dijual di kedai kecil maupun lapak pinggir jalan.
Rasa arayes seimbang: smoky, savory, tapi tetap ringan karena ukuran porsinya pas untuk camilan.
Street Food Lebanon: Cocok untuk Pecinta Rasa Segar
Jika kamu penggemar makanan yang tidak terlalu berat, cenderung segar, dan penuh herbs, maka street food Lebanon bakal jadi favorit baru. Mulai dari falafel yang gurih, manakish yang aromatik, hingga shawarma segar khas Beirut, semuanya menawarkan pengalaman kuliner yang ringan dan menyenangkan.
BACA JUGA: Makanan Tradisional Georgia yang Menggabungkan Asia & Eropa
Lebanon membuktikan kalau kuliner Timur Tengah nggak harus selalu penuh rempah tebal—ada juga sisi lain yang lebih clean, fresh, dan cocok untuk siapa pun.
Leave a Reply