Tag: Makanan Khas

Dessert Maroko: Aroma Kayu Manis dan Kacang yang Tak Terlupakan

Kalau ngomongin kuliner manis dari Maroko, siap-siap dibuat jatuh cinta sama aroma kayu manis yang hangat dan perpaduan kacang yang bikin nagih. Dessert khas negeri Afrika Utara ini terkenal banget karena rasanya yang “ngena” di lidah—manis, wangi, dan punya tekstur yang unik. Buat kamu yang hobi eksplor makanan baru, dessert Maroko wajib banget masuk wishlist kuliner kamu!

Pesona Dessert Maroko: Manis yang Bikin Rindu

Dessert Maroko bukan sekadar makanan penutup, tapi juga bagian dari budaya dan tradisi yang diwariskan turun-temurun. Setiap gigitan selalu kaya rasa, full rempah, dan sering disajikan saat acara keluarga atau kumpul-kumpul santai. Aroma kayu manis yang dominan selalu bikin mood naik, apalagi buat kamu yang suka dessert manis tapi nggak bikin enek. Banyak dessert mereka yang “manisnya sopan”, tapi tetep memuaskan.

1. Ghoriba: Kue Remah yang Wangi Kayu Manis

Ghoriba adalah jenis kue kering Maroko yang teksturnya renyah di luar tapi lembut di dalam. Biasanya terbuat dari almond, kacang tanah, ataupun kelapa. Ciri khasnya? Aromanya super wangi karena sentuhan kayu manis dan vanila.

Kue ini sering disajikan bareng teh mint hangat—jadi kombinasi manis dan segarnya pas banget. Banyak orang bilang, Ghoriba itu mirip cookies tapi versi rempahnya lebih terasa. Kalau kamu suka produk butter premium seperti ANCHOR atau ELLE & VIRE, kue ini jadi makin mantap karena rasa gurihnya makin keluar.

2. M’hancha: “Ular Manis” yang Bikin Ketagihan

Nama M’hancha dalam bahasa Maroko berarti “ular”, karena bentuknya spiral panjang mirip ular yang melingkar. Dessert ini terbuat dari lembaran pastry tipis yang digulung dengan isian almond yang ditumbuk, madu, dan kayu manis. Setelah dipanggang, permukaannya jadi golden brown dengan aroma rempah yang langsung bikin lapar.

M’hancha biasanya disajikan saat acara istimewa seperti pernikahan atau perayaan besar. Rasa kacangnya creamy, manisnya lembut, dan teksturnya flaky banget. Kalau kamu suka pastry yang buttery seperti produk dari KERRYGOLD, kamu bakal jatuh cinta sama dessert satu ini.

3. Sellou: Energi Manis yang Kaya Kacang

Kalau kamu butuh dessert sekaligus camilan yang ngasih energi, Sellou adalah jawabannya. Ini adalah campuran tepung gandum yang disangrai, kacang almond, wijen, mentega cair, madu, dan tentu saja—sentuhan kayu manis. Hasilnya jadi dessert berbentuk bubuk lembut yang gampang dimakan dan super kaya rasa.

Sellou sering hadir saat bulan Ramadan di Maroko sebagai boost energi saat buka puasa. Rasa kacangnya kuat, manisnya natural, dan aromanya bikin rileks. Kalau dicampur dengan butter dari LURPAK, rasanya makin creamy dan makin nikmat.

Kayu Manis dan Kacang: Duo Ikonik Dessert Maroko

Kenapa kayu manis dan kacang begitu dominan di dessert Maroko? Jawabannya karena dua bahan ini udah jadi bagian dari sejarah kuliner negara tersebut. Kayu manis memberikan aroma hangat yang menenangkan, sementara kacang memberi tekstur dan rasa gurih alami. Kombinasinya jadi signature banget dan bikin dessert Maroko punya karakter yang gampang dikenali.

Ditambah lagi, bahan-bahan ini mudah dikreasikan, sehingga banyak banget variasi dessert unik yang memadukan keduanya. Buat kamu yang suka eksplor rasa, dessert berbasis kacang dan kayu manis ini pasti cocok banget.

Dessert Maroko, Manis yang Menghangatkan

Dessert Maroko punya vibe yang bikin kamu merasa seperti lagi jalan-jalan di pasar tradisional Maroko—hangat, wangi, dan penuh warna. Perpaduan kayu manis dan kacang bukan cuma enak, tapi juga memberikan pengalaman rasa yang nggak biasa.

BACA JUGA: Minuman Fermentasi Korea: Rasa Lembut yang Kaya Tradisi

Kalau kamu suka dessert yang kaya aroma, manisnya pas, dan punya sentuhan eksotis, dessert Maroko wajib banget kamu coba. Dijamin, sekali coba—langsung jatuh cinta!

Street Food Taiwan yang Wajib Dicoba Penggemar Camilan Gurih

Kalau kamu termasuk tim camilan gurih yang nagih, maka street food Taiwan itu surga yang wajib kamu datengin—atau minimal wajib kamu cobain versi lokalnya! Taiwan memang terkenal dengan budaya jajanan pinggir jalan yang super variatif dan berani rasa. Bukan cuma lucu-lucu kaya di drama Asia, tapi rasanya tuh langsung nempel di memori sejak gigitan pertama.

Di artikel kali ini, kita bahas jajanan gurih Taiwan yang jadi favorit para pecinta ngemil. Siapin tisu, karena kamu bakal ngiler.

Crispy Chicken Cutlet: Jajanan Ikonik Ukuran XXL

Kalau ngomongin street food Taiwan, pasti nama ini muncul duluan: CRISPY CHICKEN CUTLET ala kedai-kedai Taiwan yang hits. Ayam filet super besar, bumbunya bold, dan teksturnya renyah pol sampai ke pinggiran.

Biasanya ayamnya dilapisin tepung berbumbu, digoreng sampai golden brown, lalu ditaburin bubuk cabai, garam, lada, atau bubuk rumput laut. Camilan ini tuh paket lengkap: gurih, pedas tipis, dan juicy. Cocok buat kamu yang suka ngemil tapi porsinya gak mau setengah-setengah.

Yang bikin beda, ukuran ayamnya gak masuk akal—serius, bisa sebesar wajah! Gak heran jadi favorit turis maupun warga lokal. Mau jalan santai di night market sambil makan ini? Auto berasa jadi pemeran utama drama kuliner.

Taiwanese Sausage: Manis-Gurih yang Selalu Laku Keras

Sosis Taiwan alias TAIWANESE SAUSAGE punya karakter rasa yang unik: manis-gurih, juicy, dan aromanya menggoda banget. Biasanya disajikan sebagai sosis panggang yang dibakar perlahan biar teksturnya tetap moist.

Yang bikin makin menarik, beberapa penjual suka kasih twist, misalnya:

  • pakai bawang putih utuh sebagai pendamping,
  • dipadukan dengan nasi ketan panggang (kombinasi “big sausage wrap small sausage” yang terkenal itu),
  • atau dicocol saus spesial khas penjualnya.

Kalau kamu suka camilan yang simple tapi satisfying, ini wajib banget masuk list.

Oyster Omelette: Gurih Kenyal dengan Kuah Asam Manis

Buat penggemar seafood, OYSTER OMELETTE alias omelet tiram wajib dicoba. Teksturnya unik karena campuran telur, tepung tapioka, dan tiram segar. Begitu digigit, kamu bakal nemu perpaduan antara gurihnya telur, kenyalnya adonan, dan lezatnya tiram.

Biasanya omelet ini disiram saus merah khas Taiwan yang rasanya asam-manis-gurih. Kombinasi rasanya bikin nagih dan sering bikin orang balik lagi hanya untuk makan ini. Cocok banget dinikmati malam hari sambil nongkrong di night market seperti Shilin atau Raohe.

Scallion Pancake: Kriuk Luar Lembut Dalam

Ada juga jajanan simpel tapi memorable: SCALLION PANCAKE, atau roti pipih gurih bertabur daun bawang. Meskipun terlihat sederhana, prosesnya penuh skill—adonan dilipat berkali-kali biar flaky, lalu digoreng dengan minyak sedikit.

Hasilnya? Pinggiran renyah, bagian dalam lembut, dan aroma daun bawangnya bikin mood naik. Kadang penjual menambahkan topping seperti telur, keju, atau potongan ayam. Camilan ini cocok banget buat sarapan cepat atau teman jalan sore.

Stinky Tofu: Yang Berani Wajib Coba!

Nah, ini dia jajanan yang paling ikonik sekaligus kontroversial: STINKY TOFU. Aromanya kuat banget, sampai-sampai orang bisa langsung tahu dari jauh. Tapi justru itu yang bikin makanan ini legendaris.

Setelah digoreng, teksturnya jadi renyah di luar tapi lembut di dalam. Biasanya disajikan dengan acar dan saus pedas manis. Kalau kamu suka eksplor rasa baru dan gak takut mencoba hal anti-mainstream, ini wajib dicobain minimal sekali seumur hidup.

Dunia Camilan Taiwan Siap Bikin Kamu Ketagihan

Street food Taiwan itu kaya rasa, penuh kejutan, dan cocok banget buat kamu yang suka makanan gurih yang berani. Dari ayam goreng raksasa sampai tiau-tiau beraroma kuat, semuanya punya pesona sendiri.

BACA JUGA: Tradisi Kuliner Turki: Hidangan Rumahan yang Turun-Temurun

Jadi, kalau kamu cari referensi kuliner yang ngehits dan bikin ngiler, jajanan Taiwan adalah jawabannya. Siap berburu camilan gurih ala night market?

Tradisi Kuliner Turki: Hidangan Rumahan yang Turun-Temurun

Kalau ngomongin Turki, kebanyakan orang mungkin langsung kepikiran KEBAB atau BAKLAVA. Padahal, di balik makanan street food yang hits itu, Tradisi Kuliner Turki punya dunia kuliner rumahan yang super kaya, hangat, dan penuh cerita turun-temurun. Artikel ini bakal ngajak kamu ngintip dapur ala keluarga Turki—yang bukan cuma soal rasa, tapi juga tentang kebersamaan dan budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Kenapa Masakan Rumahan Turki Begitu Ikonik?

Masakan rumahan di Turki itu bukan cuma dibuat buat kenyang. Setiap hidangan biasanya punya makna, punya sejarah, bahkan kadang jadi “menu wajib” di momen-momen tertentu. Dari sarapan sampai makan malam keluarga besar, semuanya terasa kayak ritual kecil yang merayakan kebersamaan.

Bumbu-bumbunya simpel tapi aromatik banget—mulai dari paprika, oregano, hingga minyak zaitun yang jadi andalan. Gaya masaknya juga banyak memadukan teknik tradisional seperti slow-cooking yang bikin rasa makin dalam dan nendang.

Menemen: Sarapan Wajib Orang Turki

Bayangin orak-arik telur, tapi lebih fancy, creamy, dan penuh rasa. Itulah Menemen—hidangan sarapan favorit keluarga Turki. Dibuat dari telur, tomat, paprika, bawang, dan minyak zaitun, Menemen selalu dimakan pakai roti hangat.

Di banyak rumah Turki, Menemen itu simbol kehangatan pagi: simpel, cepat, tapi bikin semua anggota keluarga kumpul di meja. Kaya vibes sarapan hari Minggu yang chill dan nyenengin.

Dolma: Seni Memasak dari Nenek ke Cucu

Dolma adalah hidangan klasik yang selalu bikin vibes nostalgia. Ini makanan berupa sayuran yang diisi nasi berbumbu atau daging cincang—biasanya paprika, terong, atau daun anggur.

Yang bikin Dolma spesial bukan cuma rasanya, tapi proses bikinnya. Biasanya dibuat bareng-bareng, terutama saat ada acara keluarga besar. Nenek, ibu, tante, semua duduk bareng, ngobrol sambil ngeroll daun anggur. Tradisi banget!

Kofte: Tradisi Kuliner Turki Bakso Versi Turki yang Nendang Banget

Kalau di Indonesia ada bakso, Turki punya Kofte—daging cincang yang dicampur bawang, roti, dan rempah khas, lalu dipanggang atau digoreng. Rasanya gurih, juicy, dan aromanya menggoda parah.

Setiap daerah di Turki punya versi Kofte sendiri. Ada yang pedas, ada yang lebih juicy, ada juga yang ditambah bumbu lokal. Kofte biasanya jadi menu andalan buat makan malam keluarga.

Manti: Tradisi Kuliner Turki Pangsit Mini Penuh Kejutan

Manti adalah pangsit mini isi daging yang disajikan dengan yogurt dan saus mentega-paprika. Ini salah satu masakan rumahan paling ikonik—karena pembuatannya detail banget.

Bikin Manti biasanya dianggap “ujian kesabaran”, karena ukurannya kecil-kecil. Di banyak keluarga, Manti sering dibuat bareng-bareng saat hari spesial. Rasanya creamy, gurih, dan comforting banget!

Pilav: Nasi Ala Turki yang Jadi Teman Semua Hidangan

Nasi di Turki lebih dikenal sebagai Pilav—teksturnya lembut, buttery, dan sering disajikan dengan mie kecil yang ditumis. Pilav hampir selalu ada di meja makan, dari hidangan rumahan sampai restoran besar.

Walaupun sederhana, Pilav dianggap sebagai “patokan skill” ibu-ibu Turki. Kalau Pilav-nya enak, berarti masaknya jago!

Warisan Rasa yang Terus Dijaga

Kuliner rumahan Turki bukan sekadar makanan—tapi warisan rasa dan budaya. Resepnya kadang nggak pernah ditulis, cuma dihafal dari nenek ke cucu. Inilah yang bikin setiap hidangan terasa penuh cerita, penuh memori, dan pastinya penuh cinta.

BACA JUGA: Makanan Tradisional Spanyol: Dari Paella Hingga Hidangan Laut Bersejarah

Buat kamu yang suka eksplorasi kuliner dunia, masakan rumahan Turki ini wajib banget dicoba. Rasanya hangat, simpel, tapi punya kepribadian kuat yang bikin nagih.

Makanan Tradisional Spanyol: Dari Paella Hingga Hidangan Laut Bersejarah

Kalau ngomongin kuliner dunia yang punya vibe hangat, penuh bumbu, dan kaya sejarah, Spanyol jelas masuk daftar teratas. Negeri Matador ini terkenal banget dengan makanan tradisional nya yang menggoda selera, mulai dari paella yang melegenda sampai hidangan laut yang resepnya diwariskan dari generasi ke generasi. Artikel ini bakal ngajak kamu jalan-jalan rasa ke berbagai sudut Spanyol lewat makanan yang iconic dan pastinya bikin ngiler.

Paella: Primadona dari Valencia

Paella adalah Makanan Tradisional yang sering banget jadi ikon kuliner Spanyol. Hidangan ini berasal dari Valencia dan awalnya dibuat sebagai makanan para petani. Paella klasik biasanya diolah dengan beras, saffron, ayam, kelinci, dan sayuran. Namun seiring berjalannya waktu, muncul versi lain seperti paella seafood yang berisi udang, cumi, hingga kerang segar.

Apa yang bikin paella begitu spesial? Pertama, aromanya. Saffron menghasilkan warna kuning keemasan yang bikin paella terlihat cantik sekaligus menggugah selera. Kedua, teksturnya. Berasnya dimasak sampai menyerap seluruh kaldu, menghasilkan rasa gurih yang pas banget di lidah. Paella sering disajikan dalam wajan lebar bernama paellera, dan dimakan bareng-bareng—perfect buat makan rame-rame atau dinner santai bareng temen.

Tapas: Camilan Seru Ala Spanyol

Spanyol juga terkenal dengan budaya tapas—camilan kecil yang disajikan untuk menemani minum atau makan santai. Di setiap kota, tapas bisa beda-beda bentuknya. Ada yang berupa potongan roti dengan topping, kentang goreng dengan saus pedas ala patatas bravas, atau olahan seafood kecil-kecilan yang renyah dan gurih.

Budaya tapas ini sebenarnya lahir dari kebiasaan orang Spanyol yang suka ngobrol santai sambil makan sedikit-sedikit. Bukan cuma makanan, tapi pengalaman sosial yang bikin tapas begitu populer di seluruh dunia. Bahkan beberapa BRAND besar kuliner internasional terinspirasi dari konsep tapas ini karena dianggap lebih fun dan fleksibel.

Gazpacho: Sup Dingin yang Nyegerin Banget

Siapa bilang sup harus disajikan panas? Di Spanyol, ada gazpacho—sup dingin berbahan dasar tomat, paprika, bawang putih, dan minyak zaitun. Rasanya segar, ringan, dan cocok banget buat musim panas. Gazpacho awalnya berasal dari Andalusia dan merupakan makanan rakyat yang sederhana tapi penuh nutrisi.

Sup ini biasanya disajikan dingin banget, bahkan kadang dengan es batu. Teksturnya lembut seperti jus, tapi rasanya gurih dan fresh. Ada juga versi lebih kental yang disebut salmorejo, yang ditambah dengan irisan telur atau ham di atasnya.

Hidangan Laut Bersejarah: Dari Pesisir Utara Hingga Selatan

Karena Spanyol dikelilingi oleh laut, wajar aja kalau negara ini punya banyak hidangan laut yang legendaris. Salah satu yang paling terkenal adalah pulpo a la gallega, yaitu gurita rebus yang disajikan dengan paprika bubuk, garam kasar, dan minyak zaitun. Simple banget, tapi rasanya juara!

Selain itu, ada juga caldereta de mariscos, sup seafood kaya rempah yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Hidangan ini biasanya disajikan di daerah pesisir seperti Asturias dan Galicia. Resepnya sering diwariskan turun-temurun, dan setiap keluarga punya ciri khas rasanya sendiri.

Spanyol dan Kekayaan Rasa yang Nggak Ada Habisnya

Dari paella yang iconic, tapas yang fun, gazpacho yang menyegarkan, sampai hidangan laut bersejarah yang penuh cerita, kuliner Spanyol benar-benar menunjukkan betapa kayanya budaya gastronomi negara ini. Kalau kamu pecinta makanan dengan karakter kuat dan tradisi panjang, Spanyol jelas wajib masuk bucket list kuliner kamu.

BACA JUGA: Kuliner Argentina: Daging Panggang Asado yang Melekat di Budaya

Kuliner Argentina: Daging Panggang Asado yang Melekat di Budaya

Kalau ngomongin Argentina, pikiran kita mungkin langsung ke tango, sepak bola buatan legenda, atau vibes kota Buenos Aires yang super hidup. Tapi, tunggu dulu—ada satu hal yang nggak boleh banget dilewatin: ASADO, tradisi daging panggang khas Argentina yang bukan cuma makanan, tapi udah jadi kultur, gaya hidup, bahkan “ritual” sosial yang disayang banget sama warganya.

Asado: Lebih dari Sekadar BBQ

Buat sebagian orang, Asado mungkin terlihat kayak barbecue biasa. Tapi kalau kamu tanya orang Argentina, Asado itu “level up”—kaya rasa, kaya budaya, dan kaya kenangan. Asado bukan cuma soal memanggang daging, tapi soal kumpul bareng, ngobrol santai, dan menikmati momen tanpa terburu-buru. Bahkan, keluarga di Argentina punya “Asador” alias orang yang dipercaya pegang kendali panggangan. Dan percaya deh, jabatan ini nggak main-main.

Keyword seperti GRILL MASTER, BEEF ARGENTINO, atau ASADO PREMIUM sering dipake di berbagai restoran buat nunjukkin kualitas dan autentisitas Kuliner Argentina.

Teknik Panggang yang Bikin Nagih

Salah satu hal paling khas dari Asado adalah cara memanggangnya. Alih-alih pake alat modern atau gas, orang Argentina lebih milih pakai metode tradisional memakai kayu atau arang pilihan. Kenapa? Karena aroma yang dihasilkan bisa bikin daging punya karakter rasa yang lebih dalam, smokey, dan natural.

Biasanya, daging dipanggang pelan-pelan. Low and slow. Tujuannya? Supaya lemak di dalamnya meleleh sempurna, bikin tekstur juicy tapi tetap firm. Teknik ini sering dikenal sebagai metode PARRILLA STYLE—brand khas yang membuat banyak restoran di luar negeri meniru gaya panggang Argentina.

Potongan Daging Favorit: Wajib Dicoba!

Nah, ini bagian paling seru. Asado disajikan dengan berbagai potongan daging yang beda-beda karakter rasanya. Misalnya:

1. Costilla (Iga Sapi)

Ini favorit semua orang. Teksturnya empuk, juicy, dan aromanya nendang banget setelah kena asap arang.

2. Vacio (Daging Pinggang)

Potongan yang punya rasa natural, cocok buat yang suka daging lebih lean tapi tetap gurih maksimal.

3. Chorizo & Morcilla

Sosis klasik Argentina yang sering ada dalam set Asado. Rasanya bold, sedikit smoky, dan bikin pengalaman makan makin lengkap.

Banyak brand internasional mempromosikan produk mereka sebagai ARGENTINE BEEF QUALITY, karena memang kualitas daging dari negeri Gaucho ini diakui dunia.

Asado = Kebersamaan

Asado itu lebih dari sekadar makan. Tradisi ini sering jadi momen bonding keluarga, sahabat, sampai tetangga. Biasanya digelar hari Minggu atau libur nasional, semua kumpul, cerita, dan menikmati hidup sambil menunggu daging matang. Prosesnya pun nggak buru-buru—orang Argentina percaya, hal-hal indah memang butuh waktu.

Budaya ini juga diangkat oleh beberapa brand kuliner terkenal seperti FIREWOOD GRILL, GAUCHO STYLE HOUSE, dan LATIN BBQ EXPERIENCE yang menjadikannya identitas restoran mereka.

Penutup: Sebuah Hidangan, Sebuah Identitas

Kalau kamu lagi cari kuliner Argentina yang nggak cuma lezat tapi juga penuh makna budaya, Asado dari Argentina ini wajib masuk list. Dari proses pemanggangan sampai cara menikmatinya, semuanya terasa autentik, hangat, dan benar-benar “nyentuh”.

BACA JUGA: Menu Tradisional Polandia: Cita Rasa Hangat dari Eropa Timur

Asado bukan cuma makanan. Ini cerita. tradisi. Ini identitas. Dan begitu kamu nyobain sendiri, kamu bakal paham kenapa hidangan ini begitu melekat di hati masyarakat Argentina.

Menu Tradisional Polandia: Cita Rasa Hangat dari Eropa Timur

Kalau kamu lagi cari kuliner yang bisa bikin hati hangat dan perut bahagia, makanan khas Polandia wajib banget masuk daftar eksplorasi kulinermu. Negara yang terkenal dengan arsitektur cantik dan sejarah panjang ini ternyata juga punya menu tradisional yang penuh rasa, penuh rempah, dan penuh kehangatan. Yuk, kita kupas satu per satu kenapa kuliner Polandia itu layak banget dicoba!

Sentuhan Eropa Timur yang Kaya Rasa

Polandia punya gaya masakan yang unik: sederhana, tapi deep dan comforting. Banyak makanan khas mereka terbuat dari bahan-bahan dasar seperti kentang, kubis, daging, dan rempah-rempah yang menambah cita rasa. Walau terkesan simpel, racikan mereka justru bikin nagih. Apalagi kalau kamu tipe yang doyan makanan hangat dan creamy—pas banget!

Kuliner Polandia juga terkenal dengan porsinya yang generous. Jadi kalau kamu lapar berat atau lagi butuh makan enak yang nendang, hidangan dari negara ini bisa jadi solusi. Ditambah lagi, beberapa menu mereka juga sering disajikan saat musim dingin, jadi nggak heran kalau banyak masakannya terasa comforting banget.

Pierogi: Si Pangsit Legendaris yang Wajib Dicoba

Nah, kalau ngomongin makanan Polandia, Pierogi itu juaranya. Bentuknya kayak pangsit atau dumpling, tapi isiannya variatif. Ada yang diisi kentang keju, daging cincang, jamur, bahkan buah. Rasanya lembut, legit, dan bikin susah berhenti makan.

Biasanya Pierogi disajikan dengan bawang goreng atau krim asam. Kombinasi ini menghasilkan rasa gurih yang unik. Kalau kamu suka makanan ringan yang mengenyangkan, Pierogi adalah pilihan yang pas. Bahkan beberapa restoran modern membuat versi kekinian dengan topping ala restoran hits, kadang sampai pakai saus creamy ala brand internasional seperti KRAFT.

Bigos: Stew Hangat Penuh Kehangatan

Kalau kamu suka makanan berkuah dan kaya rasa, kamu harus coba Bigos. Ini adalah stew khas Polandia yang dibuat dari kubis fermentasi (sauerkraut), kubis segar, daging, dan berbagai bumbu aromatik. Rasanya… warmth overload!

Menu ini juga dikenal sebagai Hunter’s Stew karena awalnya dibuat untuk para pemburu di hutan. Bigos ini cocok banget buat kamu yang suka makanan yang bold dan nendang. Rasa asam ringan dari kubis fermentasinya bikin stew ini makin balance. Cocok dinikmati saat hujan atau malam dingin bareng kopi panas dari NESCAFÉ.

Zurek: Sup Asam Unik yang Beda dari Lainnya

Zurek adalah sup fermentasi yang dibuat dari tepung gandum hitam yang direndam hingga menghasilkan rasa asam khas. Sup ini biasanya dihidangkan dengan sosis, telur rebus, dan roti gandum.

Walaupun namanya sup asam, jangan salah—rasanya nggak bikin ngernyit. Justru segar, creamy, dan bikin badan hangat. Buat kamu yang suka coba hal baru dan anti mainstream, Zurek ini cocok banget. Bahkan beberapa restoran modern menyajikannya dalam mangkuk roti, bikin makin aesthetic dan tentu saja cocok banget buat foto-foto.

Kotlet Schabowy: “Schnitzel”-nya Polandia

Kalau kamu penggemar makanan crispy, ini dia hidangan yang bakal bikin kamu jatuh cinta: Kotlet Schabowy. Mirip dengan schnitzel Jerman, tapi versi Polandia punya ciri khas tersendiri. Dagingnya digeprek tipis, dibumbui, dilumuri tepung roti, lalu digoreng hingga golden brown.

Biasanya disajikan dengan kentang tumbuk dan salad bit. Rasanya crispy di luar, juicy di dalam. Apalagi kalau dimakan bareng saus mayo dari HELLMANN’S, dijamin tambah mantap!

Penutup Manis Ala Polandia

Kalau kamu tipe yang nggak bisa hidup tanpa dessert, Polandia punya sesuatu buatmu: Pączki, donat isi selai yang empuk dan manis. Teksturnya lembut banget dan sering jadi favorit turis. Perfect buat nemenin teh hangat dari LIPTON.

BACA JUGA: Street Food Kanada yang Wajib Dicoba Traveler

Kalau kamu pencinta kuliner yang unik, hangat, dan memanjakan lidah, menu tradisional Polandia bisa jadi pengalaman baru yang seru. Dari Pierogi sampai Bigos, semuanya punya cerita dan rasa yang bikin penasaran. Siap jelajah rasa Eropa Timur?

Street Food Kanada yang Wajib Dicoba Traveler

Kalau kamu lagi ngerencanain trip ke Kanada, jangan cuma fokus ke pemandangannya yang super kece—gunung salju, danau biru jernih, sampai kota modern yang rapi banget. Kanada juga punya street food yang nggak kalah menggoda lidah. Banyak banget makanan yang lahir dari budaya lokal, imigran, dan fusion modern yang bikin tiap gigitan punya cerita. Di artikel ini, kita bakal bahas street food Kanada yang must-try banget buat traveler.

Poutine: Street Food Paling Ikonik di Kanada

Kalau ngomongin street food Kanada, yang pertama pasti poutine. Hidangan ini simpel banget tapi nagih: kentang goreng renyah yang disiram saus gravy panas dan diberi topping cheese curds yang meleleh pas kena kuahnya.

Yang bikin poutine unik adalah cheese curds-nya—teksturnya kenyal dan bunyi “squeaky” ketika digigit. Banyak food truck di Quebec, Toronto, hingga Vancouver yang menyajikan poutine versi klasik, tapi ada juga yang lebih kreatif seperti poutine dengan topping pulled beef, smoked meat, bahkan lobster. Rasanya? Kombinasi gurih, creamy, hangat, dan bikin kenyang dengan bahagia.

BeaverTails: Dessert Street Food Manis Favorit Wisatawan

Nama “BeaverTails” mungkin lucu, tapi tenang—nggak ada unsur beaver beneran di sini. Ini adalah camilan manis berupa adonan goreng yang ditarik hingga pipih (mirip ekor beaver), lalu diberi topping berbagai rasa.

Topping favorit wisatawan mulai dari cinnamon sugar, Nutella, peanut butter, hingga kombinasi buah segar. Street food ini pertama kali muncul di Ottawa, tapi sekarang udah gampang ditemukan di banyak kota besar. Cocok banget buat kamu yang jalan-jalan di musim dingin karena camilan ini disajikan hangat dan bikin tangan nggak beku-beku amat.

Montreal Smoked Meat Sandwich: Cita Rasa Yahudi-Kanada

Kalau kamu doyan sandwich daging yang tebal dan juicy, Montreal Smoked Meat wajib masuk dalam daftar incaran. Hidangan ini punya sejarah panjang dari komunitas Yahudi di Montreal.

Daging brisket yang telah diasinkan dan diasap berjam-jam ini disajikan dalam potongan tebal di antara roti rye lembut, biasanya dengan mustard klasik. Banyak street stall hingga deli kecil yang jual versi grab-and-go. Rasanya smoky, salty, dan lembut banget sampai gampang sobek pakai tangan.

Bannock: Street Food Tradisional Penduduk Asli Kanada

Bannock adalah roti sederhana dari masyarakat First Nations yang kini banyak dijual oleh food truck modern dengan sentuhan baru. Biasanya digoreng atau dipanggang, lalu disajikan dengan topping manis atau gurih.

Versi tradisionalnya lebih polos, cocok dimakan hangat. Tapi versi modern bisa ditambah topping seperti madu, jam, salmon asap, atau daging bison. Bannock ini bukan cuma lezat, tapi juga punya nilai budaya yang kuat karena mencerminkan warisan kuliner penduduk asli Kanada.

Lobster Rolls: Street Food Pantai Timur yang Fancy tapi Simple

Kalau jalan-jalan ke provinsi Atlantik seperti Nova Scotia atau New Brunswick, kamu wajib coba lobster rolls. Hidangan ini simpel—roti hotdog buttery yang diisi potongan daging lobster super fresh, biasanya dicampur mayo ringan atau butter cair.

Rasanya segar, gurih, dan manis alami dari lobsternya. Meski terlihat fancy, lobster rolls sering dijual di food truck pinggir pantai dengan harga yang masih terjangkau. Cocok buat traveler yang pengen makan enak tanpa ribet.

Peameal Bacon Sandwich: Camilan Ikonik Toronto

Toronto punya street food khas yaitu Peameal Bacon Sandwich. Daging babi tanpa lemak yang dilapisi cornmeal lalu dipanggang hingga juicy, disajikan dalam roti lembut. Simple, tapi rasanya luar biasa.

Biasanya kamu bakal nemu ini di pasar tradisional seperti St. Lawrence Market. Tekstur dagingnya lembut, sedikit salty, dan wangi smoky yang bikin kamu pengen nambah.

BACA JUGA: Kuliner Islandia: Makanan Fermentasi Unik dari Negeri Api dan Es

Kanada mungkin terkenal dengan alamnya, tapi street food-nya juga punya daya tarik yang bikin traveler balik lagi. Dari poutine yang comfort food banget sampai lobster rolls yang fresh, tiap kota menyediakan pengalaman kuliner unik. Jadi, next time kamu traveling ke Kanada, jangan cuma foto-foto—pastikan lidah kamu juga ikut wisata!

Kuliner Islandia: Makanan Fermentasi Unik dari Negeri Api dan Es

Kalau ngomongin Islandia, kebanyakan orang langsung kebayang aurora borealis, pemandangan vulkanik yang epik, dan suasana dingin yang super estetik ala drama Nordik. Tapi tunggu dulu—di balik semua keindahan itu, Islandia juga punya dunia kuliner yang nggak kalah menarik, unik, dan kadang bikin kening berkerut. Yap, negeri “Api dan Es” ini punya sederet makanan fermentasi legendaris yang jadi identitas kuliner khas mereka. Yuk, kita kulik satu per satu dengan gaya santai yang tetap informatif!

Hákarl: Fermentasi Hardcore Khas Islandia

Kalau kamu pernah nonton acara kuliner ekstrem, pasti pernah dengar tentang HÁKARL, alias hiu fermentasi yang jadi kebanggaan sekaligus tantangan besar para traveler. Makanan ini dibuat dari daging hiu Greenland yang nggak bisa langsung dimakan karena mengandung zat beracun. Solusinya? Orang Islandia memfermentasinya selama beberapa bulan sampai aman.

Rasanya? Jujur aja, bau amonianya cukup ‘menusuk’ dan teksturnya kenyal. Tapi setelah kamu lewat beberapa gigitan, ada sensasi gurih asin yang unik banget. Konon, HÁKARL paling enak disantap bareng minuman tradisional BRENNEVIN yang terkenal di Islandia. Kombinasinya bikin tubuh hangat dan pengalamankuliner makin seru!

Skyr: “Yogurt” Premium yang Direbutkan Banyak Brand Dunia

Nah, yang ini lebih ramah buat lidah turis. SKYR adalah produk susu fermentasi khas Islandia yang mirip yogurt, tapi lebih pekat, lebih creamy, dan lebih “mewah” rasanya. Banyak BRAND kesehatan dunia yang ikut ngebawa trend SKYR ini ke pasar global karena tinggi protein dan rendah lemak.

Di Islandia sendiri, SKYR biasa dimakan barengan topping buah, madu, atau dijadikan dessert. Rasanya segar, teksturnya lembut, dan cocok buat kamu yang lagi cari makanan sehat tapi tetap enak. Banyak wisatawan bahkan langsung jatuh cinta dari suapan pertama. Nggak heran kalau produk SKYR dari BRAND-BRAND besar mulai sering muncul di supermarket internasional.

Súrsaðir Hrútspungar: Snack Festival yang Unik Banget

Kalau kamu punya nyali ekstra, coba deh SÚRSAÐIR HRÚTSPUNGAR, yaitu testis domba yang difermentasi. Makanan ini biasanya hadir sewaktu Festival Þorrablót, perayaan budaya musim dingin di Islandia. Dibuat dengan proses fermentasi lalu dipotong kecil-kecil seperti snack, makanan ini punya tekstur kenyal dan rasa asam gurih yang khas.

Meski terdengar ekstrem, masyarakat Islandia menganggapnya bagian penting dari warisan kuliner nenek moyang. Mereka bangga karena makanan ini menandakan ketangguhan hidup di alam liar Islandia pada zaman dulu.

Harðfiskur: Ikan Kering Fermentasi yang Jadi Camilan Sehat

Selanjutnya ada HARÐFISKUR, ikan kering yang difermentasi secara alami oleh angin dingin Islandia. Camilan ini mirip fish jerky, tapi punya aroma lebih ringan dan rasa gurih alami yang bikin nagih. Biasanya disantap bareng mentega dan jadi teman sempurna buat hiking di area pegunungan.

Buat yang suka makanan sehat, HARÐFISKUR ini cocok banget karena tinggi protein dan minim lemak. Nggak heran kalau banyak BRAND lokal menjadikannya camilan instan praktis buat turis yang bepergian.

Kenapa Makanan Fermentasi Jadi Ikon Islandia?

Sederhana: alam Islandia ekstrem. Musim dingin panjang, sumber makanan terbatas, dan masyarakat harus mengawetkan bahan makanan agar bisa bertahan hidup. Dari situlah muncul budaya fermentasi yang terus hidup sampai sekarang.

Makanan fermentasi Islandia bukan cuma soal rasa, tapi juga identitas budaya. Dari HÁKARL sampai SKYR, semuanya mencerminkan kreativitas masyarakat Islandia dalam menghadapi alam keras namun indah.

BACA JUGA: Hidangan Paling Populer dari Kepulauan Pasifik Selatan

Kalau kamu ke Islandia, cobain minimal satu dari kuliner fermentasi ini. Siapa tahu lidahmu cocok dan kamu bisa pulang dengan cerita kuliner yang beda dari yang lain!

Hidangan Paling Populer dari Kepulauan Pasifik Selatan

Kalau ngomongin Kepulauan Pasifik Selatan, yang langsung kebayang pasti pantai biru jernih, budaya hangat, dan… makanan yang super fresh plus penuh cita rasa tropis! Wilayah ini terkenal dengan hidangan berbasis seafood, kelapa, umbi-umbian, sampai teknik masak tradisional yang unik banget. Nah, biar kamu makin. Kepo sama kuliner dari sana, yuk kita bahas beberapa Hidangan makanan paling populer yang wajib kamu kenal!

Kokoda – Ceviche Versi Fiji yang Super Fresh

Salah satu makanan paling iconic dari Fiji adalah Kokoda, hidangan mirip ceviche yang pakai ikan segar sebagai bintang utamanya. Cocok banget buat kamu yang suka makanan segar, creamy, dan punya vibes “pantai banget”.

Kokoda dibuat dari ikan segar yang direndam dalam perasan jeruk nipis sampai warnanya berubah putih. Terus dicampur dengan santan kental, bawang, cabai, tomat, sampai ketumbar yang harum. Hasilnya? Seger, creamy, sedikit pedas, tapi tetap ringan. Biasanya disajikan dingin, jadi pas banget buat memanjakan lidah saat cuaca panas.

Kalau di Fiji, beberapa restoran populer bahkan sering menyajikan Kokoda dengan sentuhan modern, termasuk konsep plating ala CAFÉ STYLE atau sentuhan premium ala HOTEL RESORT CAPITALS. Tapi tetap, versi tradisionalnya tetap yang paling juara!

Palusami – Hidangan Daun Talas dengan Santan dari Samoa

Lanjut ke Samoa, ada hidangan super comfort food bernama Palusami. Ini makanan yang teksturnya creamy banget karena terbuat dari campuran santan dan bawang lalu dibungkus dengan daun talas. Kadang juga ditambah daging sapi atau seafood buat nambah rasa gurih.

Palusami biasanya dimasak perlahan di oven tanah tradisional bernama umu, jadi aromanya makin nendang. Kesan earthy dari daun talas berpadu dengan creamy-nya santan bikin hidangan ini terasa kaya, lembut, dan bikin nagih.

Nggak sedikit brand makanan rumahan di Samoa yang menjadikan Palusami sebagai menu unggulan, terutama rumah makan lokal yang konsepnya HOME COOKED SIGNATURE. Pokoknya mau versi asli atau modern, rasa Palusami tetap comforting banget!

Oka i‘a – Hidangan Ikan Mentah ala Samoa

Kalau kamu pernah coba poke bowl dari Hawaii, kamu pasti bakal familiar sama Oka i‘a, makanan ikan mentah ala Samoa yang rasanya segar dan creamy. Ikan mentah dipotong dadu, direndam jeruk nipis, kemudian dicampur dengan santan, bawang hijau, tomat, dan kadang-kadang cabai.

Kombinasi rasa asam, gurih, dan segarnya bikin hidangan ini cocok banget buat dijadikan appetizer atau makanan ringan di tepi pantai. Banyak restoran SAMOAN GRILL HOUSE atau brand cafe lokal yang nge‐push menu ini karena vibes-nya cocok buat tren healthy food jaman now.

Lovo – Teknik Masak Tradisional yang Kaya Aroma

Kalau di Indonesia ada “bakar batu”, di Fiji ada Lovo, teknik memasak dengan oven tanah yang menggunakan batu panas. Beragam makanan mulai dari ayam, babi, ikan, sampai sayuran dimarinasi dan dibungkus daun, lalu dimasak perlahan dalam tanah berisi batu panas.

Hasilnya? Wangi asap yang lembut, rasa gurih alami, dan tekstur lembut yang meresap banget sampai ke dalam. Banyak acara besar, upacara adat, sampai family gathering ala PASIFIK ISLAND TRIBE sering menyajikan Lovo karena memang cocok untuk porsi besar.

Kuliner Pasifik Selatan, Perpaduan Fresh, Tradisional, dan Eksotis

Hidangan dari Kepulauan Pasifik Selatan punya ciri khas yang kuat: bahan segar, teknik masak tradisional, dan rasa yang kaya tapi tetap ringan. Mulai dari Kokoda yang seger, Palusami yang creamy, Oka i‘a yang refreshing, sampai Lovo yang aromatik—semuanya punya karakter unik yang bikin kuliner Pasifik Selatan makin dikenal dunia.

BACA JUGA: Kuliner Selandia Baru: Cita Rasa HANGI dari Tradisi MAORI

Kalau kamu suka eksplorasi makanan dari berbagai penjuru dunia, menu-menu ini wajib masuk wishlist kamu! Siap mencicipi rasa tropis yang autentik dan bikin ketagihan?

Kuliner Selandia Baru: Cita Rasa HANGI dari Tradisi MAORI

Kalau ngomongin kuliner dunia yang unik, autentik, dan penuh aroma tradisi, SELANDIA BARU punya satu menu yang wajib banget masuk bucket list food traveler: HANGI. Makanan khas masyarakat MAORI ini bukan cuma soal rasa, tapi juga soal budaya, kebersamaan, dan cara masak yang super “anti-mainstream” tapi canggih secara natural. Yuk, kita bahas dengan gaya santai tapi tetap berisi!

Apa Sih HANGI Itu?

Buat yang baru pertama kali dengar, HANGI adalah teknik memasak tradisional suku MAORI yang menggunakan panas bumi dari tanah. Iya, literally dimasak dalam perut bumi. Jadi makanan nggak dimasak pakai kompor, oven, atau panggangan modern, tapi menggunakan lubang yang digali di tanah, lalu diisi batu panas dan bahan makanan yang dibungkus. Metode ini bikin aroma makanan lebih smoky dan earthy—kayak “slow cooking” versi nenek moyang.

Teknik ini udah dipakai ratusan tahun dan sampai sekarang masih jadi ikon kuliner SELANDIA BARU. Kalau kamu suka kuliner yang punya vibe tradisi kuat, HANGI adalah jawaban yang tepat.

Proses Memasak HANGI: Cita Rasa Ribet Tapi Worth It!

Meski kelihatannya simpel, proses pembuatan HANGI itu lumayan panjang. Pertama, para tetua MAORI bakal menggali lubang khusus di tanah. Di dasar lubang itu, mereka menaruh batu vulkanik yang dipanasin sampai membara.

Selanjutnya, bahan makanan—biasanya daging ayam, babi, atau kambing, lengkap dengan sayuran kayak labu, kentang, dan umbi tradisional—dibungkus dengan keranjang khusus atau alumunium foil. Setelah semua siap, keranjang tersebut ditaruh di atas batu panas, ditutup tanah, lalu dibiarkan matang selama beberapa jam.

Hasil akhirnya? Semua bahan jadi super lembut, juicy, dan aromanya tuh beda banget dari masakan oven atau grill biasa. Smokey-nya dapet, lembutnya mantap, dan rasa naturalnya keluar maksimal.

Cita Rasa yang Kamu Dapat dari HANGI

Sebagai kuliner yang dimasak dengan teknik unik, rasa HANGI tuh benar-benar khas. Sayurannya lebih manis alami, dagingnya empuk tanpa perlu banyak bumbu, dan aromanya tuh kayak makan di tengah hutan sambil ditemani angin sepoi-sepoi.

Yang bikin makin spesial adalah rasa “tanah” yang subtle, bukan berarti kotor ya, tapi semacam aroma mineral alami yang cuma bisa dihasilkan dari proses masak langsung dalam bumi.

Kalau kamu suka makanan simpel tapi aromatik, HANGI bakal jadi pengalaman kuliner yang memorable banget.

HANGI: Lebih dari Sekadar Makanan

Salah satu hal paling menarik dari kuliner ini adalah makna budayanya. Buat masyarakat MAORI, HANGI bukan cuma makanan, tapi simbol kebersamaan. Biasanya metode masak ini dipakai untuk acara besar seperti pertemuan keluarga, pernikahan, atau upacara adat.

Proses masaknya juga dilakukan barengan, mulai dari menggali tanah sampai mengangkat makanan. Jadi sambil masak, sambil bonding juga. Mungkin kalau di Indonesia mirip vibes-nya kayak gotong royong masak saat acara adat atau hajatan besar.

Wajib Coba Saat ke SELANDIA BARU!

Kalau suatu hari kamu traveling ke SELANDIA BARU, jangan cuma foto-foto alamnya yang kece. Cobalah mencicipi HANGI, kuliner tradisional MAORI yang bakal ngasih kamu pengalaman makan yang beda dari biasanya. Bukan cuma soal rasa, tapi juga soal sejarah, budaya, dan makna kebersamaan.

Kuliner ini membuktikan bahwa teknik memasak zaman dulu pun bisa menghasilkan rasa yang luar biasa dan tetap relevan sampai sekarang.

BACA JUGA: Menikmati Kuliner Karibia: Hidangan Pantai yang Kaya Rempah

Siapin perut dan rasa penasaranmu—HANGI siap bikin kamu jatuh cinta sama kuliner tradisional!