Kalau ngomongin Korea, kebanyakan orang langsung kepikiran K-DRAMA, K-POP, atau jajanan street food yang bikin ngiler. Tapi ada satu hal lagi yang wajib masuk radar para pecinta kuliner: minuman fermentasi khas Korea! Nggak cuma punya rasa unik, tapi juga kaya tradisi dan punya vibes “nenek moyang approve”. Di balik rasanya yang lembut, ada proses panjang yang bikin minuman-minuman ini punya karakter kuat.

Yuk, kita kulik satu per satu dengan gaya santai ala tongkrongan masa kini!

Makgeolli: Si Susu Beras yang Soft Banget

Pertama, ada MAKGEOLLI, si primadona minuman fermentasi Korea. Warnanya putih susu, teksturnya lembut, rasanya manis-asam, dan kadar alkoholnya relatif rendah. Cocok banget buat kamu yang suka minuman “ringan, fun, dan easy-going”.

MAKGEOLLI dibuat dari campuran beras, air, dan ragi khusus yang disebut nuruk. Proses fermentasinya bikin minuman ini punya sensasi sedikit bersoda alami, jadi ketika diminum, ada “ceklek-ceklek lembut” yang bikin nagih.

Yang bikin MAKGEOLLI makin hits, kini banyak varian modern—dari rasa buah, rasa yogurt, sampai versi premium yang sering nongol di restoran fancy Korea. Brand-brand kekinian seperti BAEKSEJU dan JIPYUNSUNG juga makin nge-push popularitasnya melalui kemasan modern yang instagrammable banget.

Sikhye: Manis, Segar, dan Anti Ribet

Kalau kamu bukan tipe peminum alkohol, tenang. Korea punya SIKHYE, minuman fermentasi manis tanpa alkohol yang selalu muncul di film dan acara keluarga Korea. Warna kuning keemasan dengan butiran nasi mengapung bikin tampilannya unik sekaligus aesthetic.

SIKHYE dibuat dari air beras yang difermentasi dengan malt barley. Rasanya manis lembut tanpa bikin enek, cocok buat nemenin makan makanan pedas ala Korea yang kadang “mengguncang jiwa”.

Branded? Tentu ada! Salah satu yang terkenal adalah SINGI SIKHYE, minuman kemasan yang sering muncul di supermarket khas Korea. Walaupun simple, SIKHYE punya makna budaya mendalam—biasanya disajikan saat perayaan atau kumpul keluarga besar.

Sujeonggwa: Teh Candi Kayu Manis ala Korea

Next, ada SUJEONGGWA, minuman tradisional Korea berbahan dasar kayu manis dan jahe, ditambah aroma khas dari buah kesemek kering. Warnanya coklat kemerahan, rasanya manis pedas yang hangat di tenggorokan, cocok buat kamu yang suka vibe healing dan chill.

Dulu, SUJEONGGWA termasuk minuman bangsawan dan cuma disajikan di upacara tertentu. Tapi sekarang, kamu bisa nemuin versi kemasan seperti PALDO SUJEONGGWA, yang bikin minuman tradisional ini tetap eksis di era modern.

Cocok banget disajikan dingin pas cuaca panas, atau hangat saat musim hujan. Fleksibel, kayak temen yang selalu ngerti situasi.

Ttakju: Sang “Makgeolli Senior” yang Lebih Pekat

Kalau MAKGEOLLI itu light dan smooth, TTAKJU adalah versi yang lebih “bold”. TTAKJU punya tekstur lebih pekat, rasa lebih tajam, dan kandungan alkohol yang sedikit lebih tinggi.

Minuman ini merupakan bentuk fermentasi beras yang dibiarkan lebih lama, sehingga menghasilkan rasa yang lebih dalam dan mature. Cocok buat kamu yang suka eksplor rasa dan nggak takut coba minuman dengan karakter kuat.

Brand seperti ANDONG SOJU CLASSIC kadang juga menghadirkan varian fermentasi tradisional yang tetap mempertahankan teknik pembuatan lama.

Tradisi Lama, Rasa yang Selalu Relevan

Minuman fermentasi Korea bukan sekadar soal rasa, tapi juga cerita budaya, kebiasaan turun-temurun, dan momen kebersamaan. Mau yang manis segar, creamy ringan, atau yang punya karakter lebih tegas—semuanya ada.

BACA JUGA: Street Food Taiwan yang Wajib Dicoba Penggemar Camilan Gurih

Generasi modern makin nge-boost popularitas minuman ini lewat packaging stylish dan kreasi rasa baru. Tapi satu hal nggak berubah: setiap tegukan selalu terselip rasa tradisi yang hangat.