Tag: Makanan Khas

Mengenal Kuliner yang Diakui Sebagai Kekayaan Budaya Dunia

Makanan sudah menjadi salah satu bagian dari banyak budaya di dunia. Terdapat banyak sekali sejarah yang tersimpan di sebuah kuliner, tetapi dari banyaknya makanan yang ada. Terdapat beberapa kuliner yang diakui sebagai kekayaan budaya dunia. Apa saja itu? Yuk kita bahas 3 Kuliner Diakui Sebagai Kekayaan Budaya Dunia.

Kimchi (김치) Korea

Kimchi adalah makanan tradisional Korea berupa sayuran yang difermentasi. Paling sering menggunakan sawi putih 🥬—yang diasinkan dan dibaluri bumbu pedas berwarna merah. Proses fermentasi, yang secara tradisional dilakukan untuk mengawetkan sayuran saat musim dingin. Menghasilkan cita rasa yang unik: asam, pedas, dan gurih yang sangat khas.

Budaya membuat dan berbagi kimchi secara kolektif untuk persediaan musim dingin, yang dikenal sebagai Kimjang, telah diakui oleh UNESCO sebagai. Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan 🌎, menegaskan peran pentingnya sebagai simbol identitas dan persatuan bangsa. Selain itu, Kimchi juga sangat bermanfaat bagi kesehatan karena kaya akan probiotik ✨ yang baik untuk usus.

Baguette Prancis

Baguette adalah roti ikonik dari Prancis yang memiliki bentuk unik: panjang, tipis, dan keras di luar 🥖. Roti ini secara tradisional dibuat dari adonan sederhana yang terdiri dari tepung terigu, air, ragi, dan garam.

Ciri khas utama baguette terletak pada teksturnya yang kontras: bagian luar (croûte) sangat renyah dan berkerak saat digigit, sementara bagian dalamnya (mie) sangat lembut, kenyal, dan berongga ✨. Baguette adalah makanan pokok harian di Prancis, sering dimakan bersama mentega, keju, atau digunakan untuk sandwich 🥪, dan dianggap sebagai simbol warisan kuliner Prancis.

Kopi Arab (Qahwa)

Dikenal juga sebagai Qahwa di banyak negara Timur Tengah, kopi Arab adalah minuman yang jauh lebih dari sekadar kopi biasa, melainkan sebuah simbol tradisi dan keramah-tamahan ☕. Kopi ini secara spesifik merujuk pada cara penyeduhan dan penyajian yang khas di Jazirah Arab, yang berakar dari biji Arabika—spesies kopi pertama yang dibudidayakan di Yaman 🇾🇪.

Ciri khas utamanya adalah biji kopi sering disangrai dengan sangat ringan (menghasilkan warna kekuningan atau keemasan) dan dicampur dengan rempah-rempah yang dominan seperti kapulaga ✨, jahe, atau safron. Kopi Arab hampir selalu disajikan tanpa gula (qahwah saada) dalam cangkir kecil tanpa gagang (finjaan) dan merupakan elemen penting dalam pertemuan sosial yang bahkan telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan.

Nah, barusan adalah 3 Kuliner yang Diakui Sebagai Kekayaan Budaya Dunia. Bagaimana, tertarik untuk mencoba?

BACA JUGA: Jelajah Rasa Asia: 3 Kuliner Jalanan dari Bangkok

Jelajah Rasa Asia: 3 Kuliner Jalanan dari Bangkok

Thailand, sebagai negara Asia yang dikenal dengan keindahan alamnya yang tak tertandingi, sering dijadikan tujuan pariwisata. Ibu kotanya, Bangkok, bukan hanya menawarkan pemandangan indah, tetapi juga menyajikan banyak sekali kuliner jalanan yang mengunggah selera. Yuk, kita bahas di Jelajah Rasa Asia kuliner Bangkok!

Som Tum (Salad Pepaya)

Hidangan salad khas Thailand yang proses pembuatannya melibatkan pengulekan pepaya muda. Salad ini dicampur secara harmonis dengan berbagai bumbu dan bahan segar. Meliputi cabai, bawang putih, kacang panjang, tomat, kacang tanah, dan saus ikan.

Keunikan cita rasa Som Tum terletak pada pedas, asam, manis, dan gurih, menciptakan sensasi yang sangat khas dan menyegarkan di lidah. Konsumen dapat menyesuaikan pengalaman mereka dengan memilih varian. Som Tum Thai yang menawarkan rasa lebih ringan dan lembut, atau. Som Tum Poo Pla Ra bagi mereka yang menyukai profil rasa yang lebih kuat, asin, dan intens berkat penggunaan ikan fermentasi.

Untuk menikmati Som Tum terbaik, khususnya di Bangkok. Kunjungan ke tempat-tempat legendaris seperti Som Tam Nua dan Jay So sangat direkomendasikan. Selain kelezatannya, hidangan yang populer ini juga sangat ramah di kantong, dengan perkiraan harga yang sangat terjangkau, berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 27.000.

Pad Thai

Pad Thai adalah hidangan Thailand paling terkenal di dunia, yang terbuat dari mi beras (atau kwetiau) yang digoreng cepat. Mi ini dicampur dengan telur, tahu, udang, tauge, dan daun bawang, lalu disajikan dengan taburan kacang tanah dan sedikit perasan jeruk nipis.

Cita rasa Pad Thai sangat seimbang: perpaduan sempurna antara aroma smokey, manis, asin, asam, dan sedikit pedas, menjadikannya hidangan yang sangat disukai secara global.

Rekomendasi street food terbaik di Bangkok: Thip Samai Pad Thai dan Pad Thai Narok Taek. Hidangan populer ini umumnya ditawarkan dengan harga terjangkau, yaitu sekitar Rp 25.000 hingga Rp 35.000 per porsi.

Mango Sticky Rice (Khao Niew Mamuang)

Mango Sticky Rice adalah hidangan penutup klasik Thailand. Terdiri dari ketan yang dimasak dengan santan dan disajikan bersama irisan mangga matang yang manis serta siraman saus santan kental.

Kombinasi tekstur yang kenyal dari ketan dan kelembutan mangga menjadikannya sangat populer di kalangan wisatawan maupun lokal. Tempat terkenal untuk mencicipi: Mae Varee dan Kor Panich. Satu porsi Mango Sticky Rice biasanya dihargai sekitar Rp 30.000 hingga Rp 50.000.

Buat kamu yang sedang berlibur ke Bangkok, jangan lupa untuk mencoba dan juga mencicipi kuliner tersebut, dijamin ga bakal menyesal deh.

Nah itu dia tadi barusan Kuliner Jalanan dari Bangkok

BACA JUGA: Jelajah Rasa Afrika: 3 Makanan Eksotis yang Wajib Dicoba di Maroko

Jelajah Rasa Afrika: 3 Makanan Eksotis yang Wajib Dicoba di Maroko

Dari berbagai benua terdapat banyak makanan yang dengan berbagai cita rasa berbeda dan juga unik salah satu benuanya adalah Afrika benua terkenal akan hutan savana juga hewan buas ini tersimpan banyak sekali makanan eksotis terkenal akan cita rasa lezat.

Buat kamu sedang berlibur ke negara Maroko dan bingung untuk menikmati makanan khas benua Africa. Sudah ku siapin nih 5 Makanan Eksotis yang Wajib Dicoba di Maroko yuk kita bahas.

Biltong

Salah satu kuliner khas Afrika Selatan adalah Biltong, yaitu daging kering berbumbu spesial. Meskipun biasanya dibuat dari daging sapi, Biltong juga sering menggunakan daging burung unta hasil ternak. Walaupun terlihat menyerupai dendeng, perbedaan pada bumbu dan proses pengolahannya memberikan cita rasa yang unik dan baru. Makanan yang bentuknya menyerupai potongan lidah ini wajib banget untuk kamu coba, dan juga bisa ditemukan di berbagai restoran dan kafe di Maroko.

Chakalaka

Chakalaka dikenal sebagai salah satu hidangan sayur khas dari Afrika Selatan, yang akarnya diperkirakan berasal dari Kota Johannesburg. Sayuran ini memiliki kombinasi rasa yang unik, didominasi oleh sensasi pedas dan hangat yang menjadikannya pilihan ideal untuk dinikmati, terutama saat perut sedang kosong atau membutuhkan asupan energi.

Sejarah kemunculan makanan ini sangat erat kaitannya dengan para pekerja tambang dari Mozambik. Mereka sering menyajikan Chakalaka sebagai hidangan utama setelah menyelesaikan jam kerja shift yang panjang dan melelahkan. Secara tradisional, hidangan ini dibuat sederhana namun mengenyangkan, umumnya disajikan dalam kaleng berisi campuran dasar dari tomat dan kacang-kacangan. Elemen penting yang memberikan ciri khas adalah penambahan cabai yang tidak hanya memberikan rasa pedas yang kuat, tetapi juga sentuhan ala Portugis, mencerminkan pengaruh budaya yang kompleks di wilayah tersebut.

Pampoenkoekis

Pampoenkoekis sering dijadikan hidangan penutup oleh warga Afrika Selatan. Bahan utama pembuatnya adalah labu yang nantinya digoreng dan dicampur dengan bahan seperti tepung, susu, gula, baking powder, dan garam.

Selanjutnya, adonan tersebut digoreng dan disajikan dengan topping berupa sirup gula manis dan legit. Setelah Anda menikmati hidangan utama, Pampoenkoekis akan menjadi makanan penutup yang sempurna , telebih lagi jika kamu notice bentuknya sangat mirip sekali dengan kue cucur yang berasal dari Indonesia.

Jika kamu berkujung ke Maroko jangan lupa untuk membeli Pampoenkoekis di jamin kamu ga bakalan nyesal

Nah jadi itulah tadi dia 3 Makanan Eksotis yang Wajib Dicoba di Maroko

BACA JUGA : Jelajah Rasa Asia: 3 Kuliner Jalanan dari Bangkok